Weber (satuan) – wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas electricity song

Dalam ilmu fisika, weber (simbol: Wb; pengucapan bahasa Inggris: [ˈveɪbər], [ˈwɛbər], atau [ˈwiːbər]) adalah satuan Satuan Internasional untuk fluks magnetik. Kerapatan fluks dalam satu Wb/m 2 (satu weber per meter persegi) adalah satu tesla.

Satuan weber dapat diterangkan menggunakan Hukum Faraday, yang mana menunjukkan hubungan antara perubahan fluks magnetik yang melalui kumparan menjadi medan listrik di sekeliling kumparan tersebut. Perubahan fluks 1 weber per detik akan menginduksi Gaya Gerak Listrik satu volt.

Dalam Satuan Internasional, dimensi weber adalah (kg·m 2)/(s 2·A). Weber umumnya dapat dituliskan dalam satuan turunannya yaitu Tesla-meter persegi (T·m 2), volt-detik (V·s), atau joule per ampere (J/A). 1 Wb = 1 V·s = 1 T·m 2 = 1 J/A = 10 8 Mx ( maxwell). Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Pada tahun 1861, Asosiasi ilmu pengetahuan dari Inggris, British Association for the Advancement of Science (sering disebut " The B.A.") [2]) membentuk komite yang dipimpin oleh Lord Kelvin (William Thomson) untuk mempelajari satuan-satuan listrik. [3] Menurut manuskrip Februari 1902, ditulis tangan oleh Oliver Heaviside, Giovanni Giorgi mengusulkan beberapa satuan rasional untuk elektromagnetisme, termasuk weber, tertulis dalam manuskrip tersebut "perkalian antara volt dengan detik disebut sebagai weber oleh the B.A." [4] Komisi Teknik Elektro Internasional ( International Electrotechnical Commission) mulai menggunakan istilah tersebut pada tahun 1909 dan membentuk komite, "untuk mengatur istilah dan definisi yang digunakan dalam bidang teknik elektro dan menentukan padan kata istilah dalam bahasa lain (selain Bahasa Inggris)." [5] [6]

Namun baru tahun 1927 Komite Teknis 1 mulai mempelajari berbagai masalah istimewa terkait satuan dan besaran listrik dan magnetik. Perdebatan teoretis berlangsung di mana beberapa insinyur listrik dan fisikawan menganggap kekuatan medan magnet dan kerapatan fluks magnetik pada dasarnya merupakan besaran yang sama. Perdebatan berlanjut, IEC ( International Electrotechnical Commission) memutuskan pembentukan satuan tugas untuk mempelajari seluruh masalah untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya. [7]

Akhirnya diputuskan untuk tetap menggunakan satuan-satuan sebelumnya, rekomendasi yang dapat diterima pada tahun 1935 adalah "sistem dengan empat satuan dasar yang diajukan Profesor Giorgi akan diterapkan pada empat satuan dasar yang bersangkutan". Sistem ini disebut "Sistem Giorgi". [9]

Juga pada tahun 1935, Komite Teknis 1 menyerahkan tanggung jawab "satuan dan besaran listrik dan magnetik" kepada komite yang baru, Komite Teknis 24. Hal ini memicu "lambat laun penggunaan Sistem Giorgi secara global, yang mana akhirnya menyeragamkan satuan elektomagnetik ke dalam sistem dimensi MKS, secara keseluruhan sekarang disebut sebagai Sistem Internasional (SI, Système International d’unités)." [10]

Pada 1938, Komite Teknis 24 "merekomendasikan penghubungan antara satuan mekanik dan kelistrikan menggunakan permeabilitas dengan nilai µ 0 = 4π×10 -7 H/m. Komite ini juga mengakui seluruh satuan yang telah digunakan ( ohm, ampere, volt, henry, farad, coulomb, and weber), dapat dimanfaatkan sebagai satuan dasar keempat. [7] "Setelah perundingan, ampere akhirnya dijadikan satuan keempat dalam sistem Giorgi di Paris pada tahun 1950." [9] Referensi [ sunting | sunting sumber ]